MAAF



#minta maafka kiki
Kata “maaf” merupakan kata yang sering kita dengar apalagi menjelang hari Raya Idul Fitri. Tapi, apakah kita tahu arti dan makna dari kata “maaf” itu sendiri? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “maaf” memiliki tiga arti, arti yang pertama yaitu “pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan”, arti yang kedua yaitu “ungkapan permintaan ampun atau penyesalan” serta arti yang ketiga yaitu “ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu”. Dari ketiga arti tersebut, kita biasanya mengetahui arti maaf sebagai arti yang kedua, yaitu ungkapan permintaan ampun atau penyesalan.

Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa istilah yang berdekatan maknanya untuk mengistilahkan kata “maaf”. Kata yang pertama yaitu “al-afuw” yang secara bahasa berarti maaf atau ampun (pengampunan), bisa dilihat dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 52.

Artinya: Kemudian sesudah itu Kamimaafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.

Kata yang selanjutnya yaitu????? (al-shafh),????? (maghfirah) yang keduanya memiliki arti maaf/ampunan.

Filosofis “maaf” dalam Islam menurut Ibnu Qudamah dalamMinhaju Qashidin yaitusebenarnya engkau mempunyai hak, tetapi engkau melepaskannya, tidak menuntut qishash atasnya atau denda kepadanya. Islam mengajak umat Islam untuk saling memaafkan karena manusia sehari-harinya tidak akan pernah luput dari yang namanya kesalahan. Orang yang memberi maaf memiliki keistimewaan yang tinggi di hadapan Allah SWT. seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an Surah Asy-Syura ayat 40

Artinya: “. . . maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. . . .”

Terkadang sulit bagi kita untuk memaafkan kesalahan orang lain, apalagi kalau kesalahan tersebut merupakan kesalahan yang besar yang biasanya sampai menyakiti hati kita. Tapi, apabila kita terlalu lama menyimpan rasa dendam, benci dan marah di dalam hati kepada orang yang bersalah kepada kita, maka kita tidak akan pernah menikmati indahnya saling memaafkan antarsesama makhluk Allah SWT.

Dari hasil penelitian para psikolog di negeri maju menemukan bahwa mereka yang mampu memaafkan ternyata lebih sehat baik jasmani/raga maupun rohani/jiwa mereka. Gejala-gejala pada raga dan kejiwaan seperti susah tidur, sakit perut, dan sakit punggung akibat stress/tekanan jiwa, hal tersebut justru sangat berkurang pada para pemaaf. Di samping itu memaafkan juga mampu merendam emosi negatif, mematangkan mental, menjernihkan pikiran, menyiram perasaan dendam, serta meluaskan hati dan perasaan. Dengan memaafkan kita sedikit mengurangi penderitaan kita.

Mengatakan maaf itu sangat mudah, akan tetapi memberi maaf dengan hati yang tulus dan menghilangkan segala luka dan memberi kesempatan pada orang untuk kedua kalinya itu sangat susah, namun apabila kita bisa untuk melakukannya, maka Allah menjanjikan jaminan istana di surga untuk kita seperti dalam sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan betapa Allah sangat senang kepada orang yang mau dengan tulus ikhlas memaafkan kesalahan orang lain berikut ini:

“Dua orang umatku pada hari kiamat kelak akan datang seraya berlutut di bawah Arasy. Lalu berkatalah orang pertama , Ya Tuhan, balaslah ataskezalimanyang telah dilakukan saudaraku ini karena sungguh, ia telah berbuat aniaya kepadaku.”
Kemudian Allah-pun berkata kepada orang yang kedua, “Bayarlah atas engkau kezaliman yang pernah engkau lakukan kepada saudaramu itu!”
Orang yang kedua itu pun menjawab. “Ya Tuhanku, sungguh seluruh amal kebaikanku telah habis”. Mendengar jawaban itu, Allah-pun berkata kepada orang pertama, “Bukankah engkau telah mendengar sendiri bahwa kebaikan saudaramu itu telah habis?”
“Kalau begitu, ambillah oleh-Mu wahai Tuhanku, kejelekan-kejelakanku dan tumpahkanlah kepadanya!”, sahut orang pertama tadi.
Kemudian Allah Swt bertanya kepada orang pertama, “Apa engkau ingin memiliki hal yang lebih baik dari itu?”
“Apakah itu wahai Tuhanku?” jawab orang pertama.
“Angkatlah kepalamu dan lihatlah di atas sana!”
Maka, orang pertama tadi mengangkat kepalanya dan memandang ke arah surga. Setelah itu, dilihatlah olehnya di surga itu terdapat sebuah istana yang terbuat dari emas permata yang belum pernah ia lihat padanannya di dunia ini.
“Sultan manakah yang memiliki istana itu, Tuhanku?” tanya orang pertama tadi. “Milik seorang nabikah?atau seseorang yang telah gugur di jalan-Mu?”
Allah lalu berfirman, “Istana itu milik orang yang sanggup membayar harga dari istana tersebut.”
“Wahai Tuhanku, siapakah dia?”
“Engkaupun bisa memilikinya?”
“Bagaimana caranya, wahai Tuhanku?”
“Dengan kata maafmu kepada saudaramu itu”, kata Allah.
Maka, berkatalah orang yang hendak menuntut balasan atas saudaranya itu, “wahai Tuhanku, hamba telah memaafkannya. Hamba mengampuni kesalahannya.”
Kemudian Allah pun berfirman, “Peganglah tangan saudaramu itu dan masuklah kalian berdua ke surga.”

Terdapat banyak kemuliaan yang dijanjikan Allah apabila kita memberi maaf dengan tulus dan ikhlas kepada orang-orang yang bersalah kepada kita. Untuk itu, marilah kita saling memaaf-maafkan antarsesama makhluk Allah dan buang jauh-jauh rasa dendam, marah dan benci kepada orang yang telah berbuat salah kepada kita. Maafkanlah mereka niscaya Allah akan memberi kita kemuliaan yang tiada taranya di dunia ini. Amin!!
#minta maafka kiki

3 komentar:

Copyright © 2012 SHARE DAN CURHATTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.